Diduga Proyek Rp396 Juta di Villa Bogor Indah Dari Papan Proyek ‘Buta Data’ hingga Pekerjaan Sipil yang Dinilai Cacat Standar.

BOGOR,INFO REALITA – Proyek perbaikan trotoar di Jalan Villa Bogor Indah, Kecamatan Bogor Utara, yang dikelola oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Bogor memicu sorotan tajam warga.

Dengan nilai kontrak mencapai Rp396.558.956,00, proyek yang dilaksanakan oleh CV. Daya Abadi ini dinilai memiliki sejumlah kejanggalan teknis dan administratif yang berpotensi merugikan publik.

Temuan paling mencolok adalah ketiadaan data volume pekerjaan pada papan nama proyek (Foto 1). Sesuai prinsip keterbukaan informasi publik, papan informasi wajib memuat spesifikasi teknis termasuk luas area (m^2) atau panjang linear (m’) yang dikerjakan agar masyarakat dapat melakukan pengawasan independen.

Namun, papan di lokasi hanya mencantumkan

Nama Kegiatan: Rekonstruksi Jalan

Nama Pekerjaan: Perbaikan Trotoar Jalan Villa Bogor Indah

Waktu Pelaksanaan: 60 Hari Kalender (9 September – 7 November 2026)

Harga Borongan: Rp396.558.956,00

Lokasi: Kec. Bogor Utara

Ketiadaan data volume ini membuat publik “buta” terhadap kewajaran anggaran.

Dengan anggaran hampir Rp400 juta, jika harga satuan pasar rata-rata Rp200.000/m^2 (termasuk pondasi, paving block kualitas tinggi, dan drainase), seharusnya volumenya sekitar 1.980 m^2. Tanpa angka resmi di papan, warga tidak bisa memverifikasi apakah kontraktor mengerjakan sesuai RAB atau terjadi penggelembungan harga (mark-up).

Ini adalah indikasi kuat minimnya akuntabilitas sejak tahap sosialisasi.

Dokumentasi lapangan (Foto) memperlihatkan kondisi pelaksanaan yang jauh dari standar teknis infrastruktur perkotaan.

Pemasangan Kanstin Tidak Presisi (Foto)
Pemasangan kanstin beton tampak tidak lurus dan elevasinya tidak rata. Beberapa blok terlihat miring dan celah antar-sambungan terlalu lebar, mengindikasikan penggunaan adukan semen yang kurang berkualitas atau teknik pemasangan yang asal-asalan.

Housekeeping & K3 Minim.

Tidak terlihat rambu peringatan keras (warning sign) atau pagar pembatas yang kokoh di area galian (Foto 2). Hanya ada pita kuning-hitam tipis (Foto 3) yang tidak cukup aman untuk mencegah warga atau anak-anak masuk ke zona berbahaya.

Hingga berita ini diturunkan, upaya konfirmasi kepada pihak CV. Daya Abadi terkait kualitas pemasangan kanstin dan ketiadaan volume di papan proyek belum mendapatkan respons yang memadai. Warga menilai sikap pasif ini sebagai bentuk ketidakpedulian terhadap standar pelayanan publik.

Tuntutan Warga & Pengawas Independen
Menyadari potensi penyimpangan ini, warga Villa Bogor Indah dan pegiat transparansi anggaran menuntut Dinas PUPR Kota Bogor untuk segera.

Revisi Papan Proyek,Wajib menambahkan addendum pada papan yang memuat Panjang Total (m’), Lebar Rata-rata (m), dan Luas Total (m^2) pekerjaan.

Perbaiki Kualitas Kanstin. Bongkar dan pasang ulang bagian kanstin yang miring/rusak Pastikan menggunakan adukan beton K-225 atau sesuai spesifikasi kontrak.

Rapikan Manajemen Material: Pindahkan tumpukan blok beton ke area yang dialasi palet/terpal. Bersihkan sampah konstruksi setiap sore hari.

Transparansi RAB: Publikasikan RAB Ringkas melalui PPID Kota Bogor agar warga bisa menghitung harga satuan per meter persegi.

Teguran Keras untuk Kontraktor: Dinas harus memberikan sanksi administratif atau teguran tertulis kepada CV. Daya Abadi atas buruknya manajemen lapangan dan kualitas pekerjaan.

Proyek infrastruktur di kawasan perumahan bukan sekadar menghabiskan anggaran. Ia adalah investasi kenyamanan dan keselamatan warga. Kelalaian sekecil apa pun seperti kanstin miring atau papan proyek tanpa volume—adalah bentuk pengkhianatan terhadap kepercayaan rakyat.

Menunjukkan detail sambungan kanstin yang rapuh dan berlubang. Ada potensi kebocoran adukan saat pengecoran atau pemadatan yang membuat struktur mudah retak dan amblas saat terkena beban air hujan atau injakan kaki.

Manajemen Material Berantakan (Foto)
Tumpukan blok beton/precast diletakkan sembarangan di atas tanah gembur tanpa alas palet atau terpal. Hal ini berisiko merusak material (retak/kotor) dan menurunkan kualitas saat dipasang nanti.

Area kerja terlihat kotor dengan sampah plastik dan puing berserakan, menciptakan kesan “proyek abai kebersihan” yang tidak layak untuk kawasan perumahan seperti Villa Bogor Indah.(Red)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top