
KOTA BOGOR – Proyek “Revitalisasi Bangunan SMPN 12” yang digadang-gadang sebagai upaya peningkatan kualitas sarana pendidikan oleh Dinas Pendidikan Kota Bogor, kini menyisakan pertanyaan besar. Di atas kertas, proyek ini menggelontorkan dana fantastis sebesar Rp2.130.037.635,00 dari APBD Kota Bogor Tahun Anggaran 2026. Namun, realitas di lapangan menunjukkan pemandangan yang jauh dari kata “revitalisasi” yang utuh.

Berdasarkan pantauan di lokasi, progres fisik bangunan tampak masih sangat awal. Struktur beton kolom dan balok memang sudah berdiri, namun dinding bata merah masih terbuka lebar tanpa plesteran, apalagi finishing. Atap bangunan pun terlihat belum terpasang sepenuhnya, meninggalkan rangka kayu dan baja yang terpapar langsung cuaca.

Yang lebih mencolok adalah kondisi lingkungan sekitar area konstruksi. Alih-alih situs pembangunan yang tertata rapi sesuai standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), area tersebut dipenuhi tumpukan puing bekas bongkaran, sisa kayu bekisting berserakan, serta material bangunan seperti bata dan besi beton yang ditumpuk sembarangan. Sebuah molen beton tua tampak terparkir di tengah kekacauan material, sementara meja dan kursi siswa terlihat disimpan di area yang rentan terkena debu dan reruntuhan.
Dengan durasi pelaksanaan 150 hari kalender (15 Juli 2026 s.d. 11 Desember 2026) yang dijalankan oleh kontraktor CV. Gunung Subang dengan pengawas CV. Bardhi Arthadana, publik berhak mempertanyakan efektivitas pengelolaan proyek senilai lebih dari 2 miliar rupiah ini.
Istilah “Revitalisasi” seharusnya bermakna menghidupkan kembali atau memperbarui secara total, bukan sekadar menambal sulam. Jika hingga pertengahan waktu pelaksanaan kondisi bangunan masih berupa kerangka terbuka dan lingkungan kerja yang buruk, apakah target penyelesaian pada Desember 2026 realistis? Atau jangan-jangan, anggaran sebesar itu hanya akan menghasilkan bangunan yang “setengah jadi”?
Dinas Pendidikan Kota Bogor diharapkan tidak hanya sekadar menggulirkan anggaran, tetapi juga melakukan pengawasan ketat (controlling) terhadap kualitas pekerjaan dan manajemen situs. Siswa SMPN 12 membutuhkan ruang belajar yang layak dan aman, bukan janji revitalisasi yang berakhir.
Yn
