Bursa Ketua Kadin Kabupaten Bogor Memanas, Ridwan Rusliadi Kantongi Dukungan Sejumlah Asosiasi

KABUPATEN BOGOR,INFO REALITA – Perebutan kursi Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kabupaten Bogor periode 2026–2031 mulai memasuki fase konsolidasi.

Sejumlah nama disebut mulai membangun dukungan, salah satunya Ridwan Rusliadi, SE., MH., yang menyatakan kesiapannya mengikuti kontestasi tersebut.

Ditengah persaingan yang ketat ini maka adanya ketua Kadin yang berkwalitas. Termasuk Pencalonan Ridwan Rusliadi,SE, MH ini.

Langkah tersebut menjadi sinyal bahwa dirinya serius mengikuti proses pemilihan yang rencananya digelar pada 1 September 2026.

Dalam keterangannya, Ridwan mengklaim telah memperoleh dukungan dari sejumlah organisasi dan asosiasi pelaku usaha. Di antaranya PHRI, Akbarindo, Gabpeknas, PPJI, IWAPI, serta sejumlah asosiasi lainnya. HM Muslimin SH selaku koordinator pemenangan dari asosiasi kontraktor bangunan Indonesia (AKBARINDO).

Menurut Ridwan, dukungan tersebut menjadi modal awal untuk membangun konsolidasi dengan para pelaku usaha di Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah, mendapat dukungan dari kawan-kawan asosiasi,” ujar Ridwan.
Dorong Kadin Lebih Dekat dengan Pelaku Usaha
Tak hanya berbicara mengenai pencalonan, Ridwan juga memaparkan sejumlah gagasan yang ingin dibawa apabila dipercaya memimpin Kadin Kabupaten Bogor.

Salah satu gagasan yang disampaikannya adalah mendorong pengembangan medical tourism di Kabupaten Bogor.

Ia juga melihat sektor pariwisata, terutama di kawasan Bogor Timur, memiliki potensi yang dapat dikembangkan untuk menciptakan peluang usaha baru.

Ridwan juga mendorong pelaku usaha konstruksi agar memperluas orientasi bisnis. Menurutnya, kontraktor jangan hanya mengandalkan pekerjaan yang bersumber dari APBD, tetapi juga harus mampu menangkap peluang proyek swasta.

“Kontraktor tidak melulu berorientasi kepada anggaran APBD, tetapi berusaha mencoba bermain di proyek-proyek swasta,” katanya.
Klaim Dukungan Sembilan Asosiasi
Ridwan menyebut dukungan terhadap pencalonannya saat ini berasal dari sekitar sembilan asosiasi. Dengan dukungan tersebut, ia optimistis mampu memenangkan pemilihan Ketua Kadin Kabupaten Bogor.

Meski demikian, klaim dukungan tersebut tetap perlu dibuktikan melalui mekanisme dan verifikasi organisasi yang berlaku dalam proses pemilihan.
Pasalnya, banyaknya organisasi yang menyatakan dukungan tidak otomatis menentukan hasil akhir apabila mekanisme pemilihan memiliki ketentuan tersendiri mengenai peserta dan hak suara.

Ridwan sendiri mengaku yakin dapat memenangkan kontestasi lima tahunan tersebut.

“insyaallah berkat dukungan dari semua teman-teman asosiasi, saya yakin bisa memenangkan perhelatan ini,” ujarnya.
Siapa yang Akan Memimpin Kadin Kabupaten Bogor?
Rencana pemilihan pada 1 September 2026 akan menjadi momentum penting bagi dunia usaha di Kabupaten Bogor. Forum tersebut bukan hanya menentukan sosok yang akan memimpin organisasi, tetapi juga menjadi ujian terhadap sejauh mana Kadin mampu menjadi wadah representasi berbagai sektor usaha.

Ridwan membawa gagasan agar Kadin ke depan dapat menjadi rumah bersama bagi pengusaha dari berbagai latar belakang dan sektor bisnis.

Ia menilai keberagaman asosiasi yang mendukung pencalonannya dapat menjadi modal untuk membangun organisasi yang lebih inklusif.
Namun, siapa yang akhirnya menduduki kursi Ketua Kadin Kabupaten Bogor periode 2026–2031 tetap bergantung pada hasil resmi forum pemilihan, bukan semata-mata berdasarkan jumlah dukungan yang diklaim sebelum pelaksanaan Muskab.

Dengan waktu pemilihan yang semakin dekat, pertarungan konsolidasi antar-kandidat diperkirakan semakin menarik untuk diikuti. Publik kini menunggu sejauh mana dukungan yang telah dikantongi masing-masing kandidat benar-benar terefleksikan dalam forum pemilihan. (Red)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top