
BOGOR, INFO REALITA– Sebuah video yang beredar di media sosial kembali memicu diskusi mengenai masa depan dunia kerja. (23/72026)
Dalam video tersebut disebutkan bahwa pada tahun 2028 sekitar 30 persen pekerjaan kantoran diprediksi akan digantikan oleh kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Video tersebut juga menjelaskan mengenai Artificial General Intelligence (AGI), yakni konsep kecerdasan buatan yang secara teoritis memiliki kemampuan kognitif setara manusia. Berbeda dengan AI saat ini yang umumnya dirancang untuk tugas-tugas tertentu, AGI digambarkan mampu belajar, memahami, dan menyelesaikan berbagai jenis persoalan secara mandiri.
Prediksi tersebut memunculkan beragam tanggapan. Sebagian pihak menilai perkembangan AI memang akan mengubah pola kerja di berbagai sektor, terutama pekerjaan administratif, pengolahan data, layanan pelanggan, hingga pembuatan dokumen. Namun, banyak pakar juga menilai bahwa AI lebih berpotensi mengubah cara bekerja daripada sepenuhnya menggantikan manusia.
Sejumlah lembaga riset internasional sebelumnya juga memperkirakan otomatisasi akan berdampak besar terhadap pasar tenaga kerja. Meski demikian, perkembangan teknologi diperkirakan sekaligus menciptakan profesi-profesi baru, seperti spesialis AI, analis data, keamanan siber, hingga pengembang sistem otomatisasi.
Karena itu, masyarakat dan dunia pendidikan didorong untuk mulai meningkatkan kompetensi digital, kemampuan berpikir kritis, kreativitas, serta keterampilan yang sulit digantikan mesin. Kemampuan beradaptasi dinilai menjadi kunci agar tenaga kerja tetap relevan di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.
Meski prediksi mengenai “30 persen pekerjaan kantoran akan digantikan AI pada 2028” ramai diperbincangkan, angka tersebut sebaiknya dipahami sebagai proyeksi, bukan kepastian. Realisasinya akan sangat bergantung pada kemajuan teknologi, regulasi, investasi, serta kesiapan dunia usaha dan tenaga kerja dalam mengadopsi. Hal ini merupakan Konten kreator edukasi (beny johan) (Red)
