
BOGOR,INFO REALITA — Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperumkim) resmi memulai proyek penataan kawasan kumuh di bantaran sungai menjadi Taman Keanekaragaman Hayati (Taman Kehati). Proyek senilai Rp334.457.785,00 ini menargetkan penyelesaian dalam 60 hari kalender, terhitung sejak 3 September hingga 1 November 2026.

Saat dikonfirmasi di lokasi pihak pelaksana Cv: Menteng Jaya mengatakan,” Maksud dan Tujuan Proyek kegiatan ini merupakan bagian dari program Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Kabupaten/Kota dengan pekerjaan spesifik berupa Penataan Taman Eks TPS (Tempat Pembuangan Sampah).

Berikut tujuan utama di balik pembangunan taman ini,” Rehabilitasi Lahan Terdegradasi
Lokasi yang sebelumnya merupakan area TPS dan permukiman kumuh memiliki nilai ekologis yang rendah dan Penataan ini dimaksudkan untuk memulihkan fungsi lahan agar kembali produktif secara ekologis, sekaligus menghilangkan citra kumuh yang melekat pada kawasan tersebut. Masih menurutnya .

Konservasi Keanekaragaman Hayati Lokal
Sesuai namanya, taman ini dirancang sebagai Taman Kehati — ruang konservasi bagi tumbuhan dan satwa lokal. Taman ini berfungsi sebagai,
Koleksi dan pembibitan tanaman asli daerah
Habitat bagi serangga penyerbuk, burung, dan fauna kota lainnya
Sumber genetik tumbuhan lokal yang lestari.
Serta ️peningkatan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Kota Bogor terus berupaya memenuhi target 30% RTH dari luas wilayah kota.
Taman eks TPS ini menjadi salah satu kontribusi nyata dalam menambah luasan ruang hijau publik, sekaligus menjadi paru-paru kota yang mampu menyerap polutan dan mengurangi efek panas perkotaan (urban heat island).
Penataan Bantaran Sungai
Terletak di tepi sungai, taman ini juga bertujuan untuk menstabilisasi bantaran sungai melalui sistem perakaran tanaman, mengurangi risiko erosi, serta mencegah warga membuang sampah sembarangan ke sungai yang pada akhirnya membantu mengurangi risiko banjir.
Ruang sosial dan Edukasi Masyarakat
Taman ini tidak hanya berfungsi ekologis, tetapi juga sosial-edukatif. Warga sekitar kini memiliki ruang untuk ajang
Bersilaturahmi dan berekreasi
Belajar tentang keanekaragaman hayati secara langsun
Bertujuan meningkatkan kualitas hidup lingkungan permukiman Estetika dan Nilai Ekonomi Kawasan
Dengan hadirnya taman yang asri, nilai estetika kawasan meningkat signifikan. Hal ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui aktivitas warga, UMKM sekitar, serta meningkatkan kebanggaan masyarakat terhadap lingkungannya.
Masih menurtnya ️Progres Pembangunan di Lapangan
Berdasarkan pantauan di lokasi, pembangunan taman ini sudah memasuki tahap struktur sipil. Terlihat jelas:
Planter box melengkung dari beton yang membentuk jalur taman artistik
Material bata merah yang siap dipasang sebagai elemen dekoratif
Paving dan drainase yang sedang ditata rapi
Pohon eksisting di lokasi tetap dipertahankan dan diintegrasikan ke dalam desain taman
Proyek ini dikerjakan oleh CV. Menteng Jaya dengan sumber dana dari APBD Kota Bogor Tahun Anggaran 2026.

Inteks Lebih Luas Bogor Terus Tekan Angka Kekumuhan
Proyek ini sejalan dengan komitmen Pemkot Bogor dalam menekan kawasan kumuh. Sepanjang tahun 2025, Kota Bogor berhasil mengurangi kawasan kumuh sebesar 30 hektare melalui berbagai program penataan fisik dan pemberdayaan masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati Disperumkim Kota Bogor sebelumnya juga mengungkapkan rencana pemberian “KTP Pohon” untuk 160 pohon di jalan protokol, sebagai bentuk inventarisasi dan perlindungan aset hijau kota.
Harapan Warga
“Semoga setelah jadi, taman ini benar-benar terawat dan tidak kembali jadi tempat buang sampah. Anak-anak jadi punya tempat bermain yang sehat,” ujarnya .
Dengan target selesai pada 1 November 2026, masyarakat Kota Bogor kini menanti wajah baru kawasan ini — dari tempat yang dulu kumuh dan penuh sampah, menjadi oasis hijau yang menyejukkan dan mendidik.pungkasnya .
Dokumentasi lapangan & papan informasi proyek Disperumkim Kota Bogor
Tanggal pemantauan: 12 September 2026
Red tayang (10/10/2026)
